Review Makna Lagu Blueberry Eyes: Perasaan Tersesat. Di antara lagu-lagu pop yang hangat dan penuh warna pada 2020, “Blueberry Eyes” milik MAX featuring SUGA dari BTS tetap menjadi salah satu karya paling menyentuh sejak dirilis pada 18 September 2020. Lagu ini dengan cepat mencapai lebih dari 800 juta streaming di Spotify hingga Februari 2026 dan menjadi favorit di playlist “late night drive” serta “feel good but sad” di berbagai platform. Di balik melodi yang ringan, synth lembut, dan harmoni vokal yang manis, “Blueberry Eyes” bukan sekadar lagu cinta biasa—ia adalah penggambaran halus tentang perasaan tersesat dalam hubungan yang terasa dekat tapi jauh. Judulnya sendiri adalah metafor indah: mata biru seperti blueberry yang seolah menarik, tapi juga menyiratkan rasa dingin, jauh, dan kehilangan arah. Review ini mengupas makna liriknya secara langsung, fokus pada tema perasaan tersesat sebagai inti emosi utama lagu ini. BERITA TERKINI
Latar Belakang Penciptaan dan Daya Tarik Lagu: Review Makna Lagu Blueberry Eyes: Perasaan Tersesat
“Blueberry Eyes” diciptakan MAX bersama produser Jacob Ray dan Ryan Tedder, dengan kontribusi verse rap dari SUGA yang memberikan lapisan emosional tambahan. Lagu ini lahir dari pengalaman pribadi MAX saat merasa “tersesat” dalam hubungan jarak jauh—merindukan seseorang tapi tidak yakin apakah perasaan itu timbal balik. Produksinya yang dreamy dengan gitar akustik ringan, synth lembut, dan beat minimal membuatnya terasa seperti lagu musim panas yang sebenarnya menyimpan hati yang sedang galau. Saat rilis melalui Colour Vision Recordings/Sony Music, lagu ini langsung viral di TikTok berkat challenge couple goals dan video “staring into blue eyes” edit. Verse SUGA yang dalam dan penuh introspeksi menambah kedalaman, membuat lagu ini tidak hanya manis tapi juga relatable bagi pendengar yang pernah merasa “dekat tapi tidak benar-benar bersama”. Hingga 2026, “Blueberry Eyes” masih sering muncul di playlist healing, road trip malam, dan konten “long distance relationship” di media sosial.
Analisis Makna Lirik dan Tema Perasaan Tersesat: Review Makna Lagu Blueberry Eyes: Perasaan Tersesat
Inti lagu ini adalah perasaan tersesat dalam hubungan yang terasa hangat tapi tidak pasti. MAX membuka dengan baris “Blueberry eyes, blueberry eyes / Lookin’ at you, I get lost in the view,” yang langsung menggambarkan ketertarikan mendalam pada seseorang—mata biru seperti blueberry yang indah tapi dingin, membuatnya terpana sekaligus kehilangan arah. Chorus “I’m fallin’ for your blueberry eyes / But I don’t know if you feel the same” menegaskan rasa bingung: jatuh cinta yang kuat, tapi tidak yakin apakah perasaan itu dibalas. SUGA di verse-nya memperdalam tema itu: “Blueberry eyes, you got me hypnotized / But I’m still lost in the maze of your lies,” yang menyiratkan perasaan tersesat karena ketidakjelasan—apakah ini cinta sejati atau hanya ilusi sementara. Frase “I’m drownin’ in your blueberry eyes / But I don’t wanna be saved” menunjukkan ambivalensi: ingin terus tenggelam dalam perasaan itu meski tahu bisa menyakitkan. Tema perasaan tersesat terasa paling kuat di bagian bridge: “I don’t know where I’m goin’ / But I know I want you with me,” yang mencerminkan kebingungan arah hidup tapi keinginan kuat untuk tetap bersama orang itu. Secara keseluruhan, lagu ini bukan tentang cinta bahagia, melainkan tentang fase di mana seseorang merasa tersesat dalam perasaan sendiri—tertarik kuat, tapi tidak tahu ke mana arahnya, apakah akan berakhir bahagia atau hanya kenangan manis yang menyakitkan.
Resonansi dengan Pendengar dan Relevansi di 2026
“Blueberry Eyes” sangat menyentuh karena menangkap perasaan tersesat yang dialami banyak orang dalam hubungan modern—terutama LDR atau “talking stage” yang penuh ketidakpastian. Banyak pendengar mengaitkannya dengan momen menatap mata pasangan dan bertanya dalam hati “kamu juga merasakan ini nggak ya?”. Di TikTok dan Instagram, lagu ini jadi soundtrack utama untuk video “staring contest with crush”, slow-motion mata biru edit, atau konten “long distance love story”. Di 2026, lagu ini masih sering diputar di playlist malam hari, road trip sendirian, dan konten “healing from uncertainty”. Vokal MAX yang lembut dan rap SUGA yang introspektif menciptakan keseimbangan sempurna: satu pihak masih berharap, satu pihak sudah mulai merasa kehilangan arah. Secara budaya, lagu ini memperkuat narasi bahwa jatuh cinta sering disertai rasa tersesat—dan itu wajar, manusiawi, serta tidak selalu berakhir bahagia seperti di film.
Kesimpulan
“Blueberry Eyes” lebih dari sekadar lagu pop manis; ia adalah penggambaran halus dan jujur tentang perasaan tersesat dalam ketertarikan yang kuat. MAX dan SUGA berhasil menyampaikan rasa bingung, kerinduan, dan ambivalensi melalui metafor mata blueberry yang indah tapi dingin. Di tengah Februari 2026, lagu ini tetap relevan sebagai teman bagi siapa saja yang pernah merasa “dekat tapi jauh” dengan seseorang—terpana oleh pesonanya, tapi tidak tahu arah hubungan itu. Bagi pendengar yang sedang tersesat dalam perasaan sendiri, lagu ini terasa seperti pelukan lembut: ya, rasanya membingungkan, tapi kamu tidak sendirian. Dan itulah kekuatannya: sederhana, hangat, tapi menyentuh tepat di sisi emosional yang sering tersembunyi.