Makna Lagu Kabira – Tochi Raina & Rekha Bhardwaj

makna-lagu-kabira-tochi-raina-rekha-bhardwaj

Makna Lagu Kabira – Tochi Raina & Rekha Bhardwaj. “Kabira” dari film Yeh Jawaani Hai Deewani (2013) langsung jadi salah satu lagu paling bijak dalam Bollywood. Dinyanyikan duet Tochi Raina dan Rekha Bhardwaj, lagu ini mengambil nama penyair sufi legendaris Kabir Das, lalu memadukan puisi abad ke-15 dengan irama folk modern. Hasilnya bukan sekadar lagu romantis, tapi nasihat hidup tentang cinta, pelepasan, dan menerima alur waktu. Sampai sekarang, lagu ini masih sering diputar saat orang butuh ketenangan di tengah kekacauan cinta. INFO SLOT

Filosofi Kabir Das yang Dijadikan Refrain: Makna Lagu Kabira – Tochi Raina & Rekha Bhardwaj

Judul dan refrain “Kabira maan ja” berasal dari doha terkenal Kabir: “Bura jo dekhan main chala, bura na miliya koi…”. Maknanya sederhana tapi dalam: kalau kamu mencari kesalahan orang lain, berhentilah, karena pada akhirnya yang salah adalah cara pandangmu sendiri. Di lagu ini, nasihat itu diarahkan ke hati yang sedang jatuh cinta: jangan terlalu memaksa, jangan terlalu takut kehilangan, karena cinta sejati tidak pernah memaksa. “Koi toh roke, koi toh toke, yeh rishta kya hai” seperti mengingatkan bahwa hubungan terbaik adalah yang mengalir tanpa paksaan.

Dua Sudut Pandang dalam Satu Lagu: Makna Lagu Kabira – Tochi Raina & Rekha Bhardwaj

Duet Tochi Raina dan Rekha Bhardwaj sengaja dibuat berbeda. Tochi mewakili suara pria yang penuh gairah, ingin mengejar dan memiliki, sedangkan Rekha mewakili suara wanita yang lebih bijak, mengingatkan untuk “maan ja”. Bagian pria penuh pertanyaan dan keraguan, bagian wanita penuh jawaban dan ketenangan. Kontras ini mencerminkan dinamika banyak hubungan: satu pihak menarik, satu pihak melepaskan, dan di tengahnya ada keseimbangan yang harus dicari. Itulah kenapa lagu ini terasa sangat hidup.

Makna Pelepasan dan Penerimaan Waktu

Baris paling menyentuh adalah “Toote ishq ki dor na chhode, yeh jaane na… Kabira maan ja”. Cinta memang seperti tali yang kadang menarik kita sampai terluka, tapi tali itu tidak pernah benar-benar putus. Lagu ini mengajarkan bahwa melepaskan bukan berarti berhenti mencinta, tapi membiarkan cinta mengambil bentuk yang lebih baik. Di film, lagu ini diputar saat Bunny akhirnya sadar bahwa mengejar mimpi tidak boleh mengorbankan orang yang mencintai kita. Pesan besarnya: cinta yang dewasa adalah yang tahu kapan harus bertahan dan kapan harus melepas.

Kesimpulan

“Kabira” bukan lagu cinta biasa, tapi lagu tentang kedewasaan dalam mencinta. Ia mengingatkan bahwa hubungan terbaik bukan yang sempurna tanpa konflik, tapi yang mampu saling mengerti saat salah satu pihak berkata “maan ja”. Dengan nada folk yang tenang dan lirik yang terasa seperti nasihat dari orang tua, lagu ini berhasil membuat jutaan orang berhenti sejenak, menarik napas, lalu tersenyum paham: cinta memang harus dikejar, tapi terkadang jawabannya justru ada di kata “lepaskan”. Sampai sekarang, “Kabira” tetap jadi pengingat bahwa cinta paling indah adalah yang membuat kita jadi manusia lebih baik, bukan lebih posesif. Maan ja.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *